Kampusku,
Damaiku
Bebarapa
tahun yang lalu, keinginan akan hadirnya atmosfer islami di kampus yang
berasaskan Islam menjadi hal yang sangat dinanti oleh beberapa kalangan. Baik
dari mahasiswa, maupun dosen. Ketidak berkembangnya aktivitas atau kegiatan
yang bernuansa islami menjadikan kampus ini ibarat kampus islam tanpa ruh.
Yaitu ruh akan keimanan dan sarana untuk lebih mendekat kepada sang Maha
Pencipta. namun seiring berjalannya waktu, semangat pendobrak dan pelopor
kajian keislaman muncul dari hati dan tangan para mahasiswa yang terpanggil
jiwanya untuk mensyiarkan islam di kampus ini. Muncullah beberapa kajian
keislaman menghiasi masjid yang selama ini hanya menjadi sarana untuk shalat
atau bahkan bersantai oleh sebagian mahasiswa. bermula dari kajian keislaman
kecil yang dilaksanakan oleh beberapa mahasiswa yang rindu akan berkumpulnya
dalam majelis ilmu. Kajian rutin setiap minggu yang dilaksanakan oleh Ikatan
Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Ekonomi yang mereka beri nama NGOPI atau
kepanjangannya ngobrol perkara islam dengan membedah buku HPT (Himpunan Putusan
Tarjih) Muhammadiyah. Kemudian dilanjutkan dengan acara keislaman lainnya yang
terpusat di masjid seperti MABIT (Malam Bina Iman dan Takwa) yang mana beberapa
mahasiswa menginap satu malam di masjid dalam rangka membahas mengenai seputar
perkara agama. Selain itu, kajian keislman Madrasah IMM yang membahas tentang
sirah nabawiyah. Hal ini, menjadi pandangan beberapa kalangan untuk lebih
mengembangkan kajian keislaman khususnya untuk mahasiswa. karena dirasa sudah
waktunya menciptakan nuansa keislaman di kampus yang selama ini masih asing
dirasakan. Sehingga saat ini, tidak heran jika kita melihat banyak
kajian-kajian keislaman yang dilaksanakan dimasjid kampus dari beberapa mahasiswa
maupun dosen. Aktifitas mengaji sudah tidak asing terdengar dan gema ceramah
atau tausyah yang menghiasi suara masjid dengan semaraknya. Hal ini menjadi
harapan, supaya kajian-kajian keislaman dapat di organisir dengan baik atau
bahkan di rancangkan menjadi kajian mingguan, bulanan, maupun tahunan. Sehingga
nuansa keislaman akan terus dirasakan dan dapat melatih para mahasiswa ikut
serta menjadi seorang da’i dan dai’yah yang dapat mensyiarkan agama Allah
dengan cara yang baik dan memberikan perubahan positif guna mencegahnya
prilaku-prilaku yang tidak diinginkan demi tercapainya kampus yang penuh
kedamaian dan ketentraman. (AV)






0 komentar:
Posting Komentar