Sinopsis
Bermula dari seorang wanita Desa anak
seorang nelayan yang hidup dengan kesederhanaan. Namanya Afifah, wanita yang
punya semangat luar biasa untuk terus selalu belajar untuk mengapai mimpinya.
Namun dalam suatu hari, dia mendapatkan kabar berita bahwa kapal ayahnya
tenggelam di laut lepas. Betapa hancur hati dan jiwanya mendengar berita yang
sangat menyayat hatinya itu. Setiap hari menunggu kabar keberadaan ayahnya yang
tidak kunjung terdengar, kegelisahan
bercampur pada air mata yang senantiasa jatuh. Pada suatu hari, senyum yang
lama tidak terukir dibibirnya kembali terlihat karena kabar berita keselamatan
ayahnya terdengar. Rasa syukur yang terhingga terucap pada
bibirnya,’’Alhamdulillah Ya Rabb, Engkau telah menyelamatkan pejuang hidupku
yaitu ayah’’.
Hidup bahagia dengan keluarga yang
sederhana, membuatnya banyak belajar arti kebersamaan dan kehidupan. Bahwa
kasih sayang keluarga sangatlah penting untuk menjadi motivasi menapaki langkah
demi langkah kesuksesan. Namun, kebahagiaan keluarga tidak ada artinya tanpa
perjalanan spiritual yang membuat arti hidup lebih mengenal sang pencipta.
Hijrah demi hijrah menjadi saksi
perjuangan yang menghantarkan Afifah pada jalan yang membuatnya senantiasa
berfikir dengan hikmah.’’Fikiran ku senantiasa bekerja dalam memandang Maha
Kuasaan Allah’’. lirih Afifah. Pengalaman demi pengalaman mengalir begitu deras
dalam perjalanan kehidupannya. Sehingga terciptanya cara pandang yang terarah
yang membuat Afifah menjadi sosok yang senantiasa belajar dan terus belajar.
‘’perjuangan tak kenal kata henti untuk meraih keridhoan illahi’’ ucapnya
dengan semangat mengebu-gebu. ‘’jika ingin menjadi orang luar biasa, maka
lakukanlah sesuatu yang luar biasa. Jika kamu melakukan sesuatu hal yang
biasa-biasa saja, namun bermimpi menjadi orang luar biasa, maka itu hanyalah
khayalan sesaat’’, lirih Afifah dengan tatapan penuh semangat membara memandang
langit biru yang terasa ingin digapainya di hamparan pasir pantai yang
membentang laut yang luas.
Belajar bukan hanya mengerti akan peran
dan kewajibannya sebagai seorang wanita dengan bingkaian kisah cinta yang
membuatnya memahami makna arti cinta sebenarnya.’’ Aku memilih untuk memuliakan
cinta dengan bingkaian rasa yang membuatku tak salah langkah.
Mengistemewakannya dalam sujud ku, dan menyimpannya dalam doa dan
istikharahku’’.
Mata yang senantiasa membaca dan
melihat orang-orang sekitar dengan tatapan penuh harapan. Tangannya yang
senantiasa menulis kisah demi kisah kehidupannya di diary lusuhnya yang menjadi
saksi bahwa seorang wanita desa mampu untuk mengapai impian dan kesuksesannya
dengan kesungguhan dan pembelajaran yang senantiasa ia cari. ‘’Aku dilahirkan
bukan untuk menjadi wanita manja dan serba gak tau. Namun, aku di dilahirkan
untuk menjadi wanita hebat dan menginspirasi’’ tulisnya dalam blog Muslimah
Creatif. Dan perkataan tersebut terucap kembali dibawah menara masjid Mujahidin
yang menambahkan redaksional kata,’’dengan kedekatan ku kepada Allah dan
penghambaanku serta cinta kekalku yaitu Allah’’.
Proses demi proses, yang menjadikannya
sebagai WANITA SANG PEMBELAJAR. Sosok wanita yang tak pernah mengeluh akan
tugas dan keingin tahuan yang terobsesi yang menjadikannya menjadi sosok wanita
yang di tunggu kehadirannya dalam setiap kajian. Kesuksesannya yang menjadi
inspirasi banyak orang yang menjadi ladang pahala untuknya dan menjadikannya
wanita yang penuh keterpesonaan. Sampai tiba janji Allah atas pengharapan
panjangnya yang membuatnya dapat menjadi seorang wanita yang lebih kuat karena
bersatunya ia pada sosok lelaki yang Allah takdirkan akan menjadikan ia sosok
pembelajar yang menginspirasi.
Sinopsis
Bermula dari seorang wanita Desa anak
seorang nelayan yang hidup dengan kesederhanaan. Namanya Afifah, wanita yang
punya semangat luar biasa untuk terus selalu belajar untuk mengapai mimpinya.
Namun dalam suatu hari, dia mendapatkan kabar berita bahwa kapal ayahnya
tenggelam di laut lepas. Betapa hancur hati dan jiwanya mendengar berita yang
sangat menyayat hatinya itu. Setiap hari menunggu kabar keberadaan ayahnya yang
tidak kunjung terdengar, kegelisahan
bercampur pada air mata yang senantiasa jatuh. Pada suatu hari, senyum yang
lama tidak terukir dibibirnya kembali terlihat karena kabar berita keselamatan
ayahnya terdengar. Rasa syukur yang terhingga terucap pada
bibirnya,’’Alhamdulillah Ya Rabb, Engkau telah menyelamatkan pejuang hidupku
yaitu ayah’’.
Hidup bahagia dengan keluarga yang
sederhana, membuatnya banyak belajar arti kebersamaan dan kehidupan. Bahwa
kasih sayang keluarga sangatlah penting untuk menjadi motivasi menapaki langkah
demi langkah kesuksesan. Namun, kebahagiaan keluarga tidak ada artinya tanpa
perjalanan spiritual yang membuat arti hidup lebih mengenal sang pencipta.
Hijrah demi hijrah menjadi saksi
perjuangan yang menghantarkan Afifah pada jalan yang membuatnya senantiasa
berfikir dengan hikmah.’’Fikiran ku senantiasa bekerja dalam memandang Maha
Kuasaan Allah’’. lirih Afifah. Pengalaman demi pengalaman mengalir begitu deras
dalam perjalanan kehidupannya. Sehingga terciptanya cara pandang yang terarah
yang membuat Afifah menjadi sosok yang senantiasa belajar dan terus belajar.
‘’perjuangan tak kenal kata henti untuk meraih keridhoan illahi’’ ucapnya
dengan semangat mengebu-gebu. ‘’jika ingin menjadi orang luar biasa, maka
lakukanlah sesuatu yang luar biasa. Jika kamu melakukan sesuatu hal yang
biasa-biasa saja, namun bermimpi menjadi orang luar biasa, maka itu hanyalah
khayalan sesaat’’, lirih Afifah dengan tatapan penuh semangat membara memandang
langit biru yang terasa ingin digapainya di hamparan pasir pantai yang
membentang laut yang luas.
Belajar bukan hanya mengerti akan peran
dan kewajibannya sebagai seorang wanita dengan bingkaian kisah cinta yang
membuatnya memahami makna arti cinta sebenarnya.’’ Aku memilih untuk memuliakan
cinta dengan bingkaian rasa yang membuatku tak salah langkah.
Mengistemewakannya dalam sujud ku, dan menyimpannya dalam doa dan
istikharahku’’.
Mata yang senantiasa membaca dan
melihat orang-orang sekitar dengan tatapan penuh harapan. Tangannya yang
senantiasa menulis kisah demi kisah kehidupannya di diary lusuhnya yang menjadi
saksi bahwa seorang wanita desa mampu untuk mengapai impian dan kesuksesannya
dengan kesungguhan dan pembelajaran yang senantiasa ia cari. ‘’Aku dilahirkan
bukan untuk menjadi wanita manja dan serba gak tau. Namun, aku di dilahirkan
untuk menjadi wanita hebat dan menginspirasi’’ tulisnya dalam blog Muslimah
Creatif. Dan perkataan tersebut terucap kembali dibawah menara masjid Mujahidin
yang menambahkan redaksional kata,’’dengan kedekatan ku kepada Allah dan
penghambaanku serta cinta kekalku yaitu Allah’’.
Proses demi proses, yang menjadikannya
sebagai WANITA SANG PEMBELAJAR. Sosok wanita yang tak pernah mengeluh akan
tugas dan keingin tahuan yang terobsesi yang menjadikannya menjadi sosok wanita
yang di tunggu kehadirannya dalam setiap kajian. Kesuksesannya yang menjadi
inspirasi banyak orang yang menjadi ladang pahala untuknya dan menjadikannya
wanita yang penuh keterpesonaan. Sampai tiba janji Allah atas pengharapan
panjangnya yang membuatnya dapat menjadi seorang wanita yang lebih kuat karena
bersatunya ia pada sosok lelaki yang Allah takdirkan akan menjadikan ia sosok
pembelajar yang menginspirasi.
Nantikan kisah lengkapnya di Novel Wanita Sang Pembelajaran karya Annisa Almahyra






0 komentar:
Posting Komentar