Perjalanan Seorang Da’i
Nanang Zakaria itulah
nama lengkapnya ust. Nanang. Salah satu da’i yang di tempatkan di
Kalimntan Barat oleh AMCF, Lembaga Da’I Nasional. Saat ini beliau bertempat
tinggal di JL. Purnama Komp. Purnama Permai I Pontianak Selatan. Tepat
pada 26 Januari 2014, ust. Nanang
beserta istri dan anaknya tiba di
Pontianak.
Pada silahturahim kemarin oleh Departemen Dakwah IMM di
kediaman ust. Nanang. Berbagai kisah perjalanan dakwahnya di KALBAR ini beliau
uraikan dengan sangat bersemangat. Bergerilya dalam dunia dakwah mulai dari
Batungpulai Kabupaten Landak, Otobasa Kabupaten Pahuman, Bengkayang, Ambarawa,
Sukadana, dan lain-lain. Saya sampai malu sendiri, asli orang Kalimantan Barat
tetapi belum pernah ketempat-tempat tersebut.
‘’Dakwah itu gaul, dengan dakwah saya bisa kemana-mana dan kenal banyak
orang’’, ucap ust. Nanang.
Beliau berdakwah ke daerah-daerah pelosok yang mana
jalan daerah tersebut luar biasa menyedihkan. Tetapi ada ibroh(hikmah) yang di
dapatkan, yaitu totalitas. Totalitas
dalam dakwah ‘’ketika kita berdakwah, maka harus totalitas dan dakwah itu
prioritas’’, tambah ust. Nanang.
Ustad pun menggambarkan kondisi umat di Batungpulai
Kabupaten Landak yang banyak kemaksiatan merajalela. Hanya ada 15 KK yang
beragama islam.Ust juga mengatakan bahwa di Batungpulai terdapat masjid dan
perlu diketahui bahwa masjid terebut berdampingan dengan kandang babi dan juga
orang-orang di tempat tersebut biasa bermain judi serta mabuk-mabukkan di depn
masjid. MasyaAllah. ‘’Walaupun seperti itu, itulah tantangan dakwah dan itu
sangat mengasyikkan, Intansurullah hayansurkum wayusabbit aqdamakum
(barangsiapa yang menolong agama Allah maka Allah akan menolong kita dan
meneguhkan kedudukan kita)’’, sambung ust. Nanang.
Dakwah yang ust. Nanag sebarkan kepada umat membuat oase yang sangat luar
biasa. Terutama saya pribadi, merasa bahwa tugas kita di dunia ini adalah untuk
menjadi pemimpin. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para
malaikat:’’Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang kalifah di muka bumi’’.
Mereka berkata:’’ Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang
yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami
senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’’ Tuhan
berfirman:’’Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui’’. Surah
Al-Baqarah:30.
Rasulullah Saw ketika wafat, beliau tidak mewariskan
harta kepada umatnya. Tetapi, ilmu yang Rasulullah Saw wariskan kepada umatnya.
‘Barangsiapa yang melangkahkan kakinya untuk menuntut ilmu maka, Allah akan
memudahkannya jalan menuju surga’’.
Rasulullah telah memberikan estafet dakwah kepada kita
umatnya dan seharusnya kita yang mengaku cinta kepada Rasulullah Saw harus
mengambil estafet dakwah itu. Memulai dengan berdakwah pada diri sendiri.
Berbuat Amar Ma’ruf Nahi Mungkar bagi diri sendiri.
Menjadi seorang da’i/da’iyah bagi diri sendiri dan
setelah itu menjadi da’i/da’iyah bagi keluarga dan umat.






