Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

ADS DAKWAH OH..YESS!!



ADS
DAKWAH
OH..YESS!!
ANNISA VIRANITA
SIAP
MENJADI
MUSLIM
TANGGUH
ROHIS ALQAYYUM




BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
ASSALAMUALAIKUM
WARAHMATULLAH
WABARAKATUH












Sepenggal Inspirasi
P

erjalanan hidup yang telah dilewati,membuat saya merenung kembali segala masa yang telah menggulirkan roda hidup ini. Kisah hidup yang beraneka warna dan rasa telah menumbuhkan tekad dalam hati bahwa diri ini haruslah menjadi sosok manusia yang sebaik-baiknya manusia, yakni yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya. Kisah hidup ini telah banyak melibatkan banyak orang. Kejadian-kejadian yang telah teralami  bukan hanya atas gejala alam, namun juga atas tindak tunduk manusia.
Semua pelaku hidup melakoni perannya masing-masing sesuai dengan ketentuan yang telah Allah gariskan. Didalam rumah ada sosok ayah dan ibu, serta adik-kakak, dalam hubungan kerabat dekat ada kakek-nenek, paman-bibi, sepupu dan keponakan. Sedangkan dalam lingkupan masyarakat luas saya dapat berinteraksi dengan para tetangga, sahabat dan dengan cakupan tempat belajar seperti disekolah,masjid dan sebagainya.
Tantangan hidup yang semakin kompleks membuat diri ini lebih banyak belajar dan lebih matang dari yang sebelumnya.
Kematangan dini yang tampak pada generasi pembaharu.Misalnya kisah seorang sahabat Rasulullah Saw yang fenomenal:Usamah yang pada usia 18 tahun telah memimpin pasukan islam pertama ekspansi keluar Jazirah Arab.Kemudian Imam Ath-Thobari,seorang ahli tafsir besar telah hafal AlQur’an pada usia 7 tahun dan menjadi Imam pada usia 8 tahun.Imam Ibnu Taimiyah telah memberikan fatwa pada usia 15 tahun.Muhammad al-Fatih Murad membebaskan Konstantinopel pada usia 24 tahun,yang telah menjadi mimpi 8 abad umat Islam.
Kematangan-kematangan diatas Allah puji sebagaimana sabda Rasulullah Saw:
‘’Sesungguhnya,Allah mencintai pemuda yang tidak  mempunyai sifat kekanak-kanakan.’’
Serumpun Kata
 Terima Kasih

Alhamdulillah segala puji bagi Allah,Rabb yang wajib dan berhak disembah.Ditangannya lah terletak segala daya dan upaya.Tidak ada kekuatan selain kekuatannya.Salam dan Shalawat kepada pemimpin dan teladan umat manusia.Nabi Muhammad Saw beserta keluarga dan para sahabatnya yang muia.Juga kepada orang-orang shaleh dan para mujahid yang selalu setia memperjuangkan risalahnya.
Rasanya sulit bagi diri ini menyusun dan merangkai kata-kata untuk sebuah ungkapan syukur yang tiada terkira.Atas hidayah yang telah Allah berikan kepada saya,sehingga pada saat ini  masih bertahan dijalan Tarbiyah.Terima kasih untuk kedua orang tua saya yang sudah mulai mendukung saya untuk tetap bertahan.Semoga ridho selalu ada didalam hati mereka.Untuk Para Murabby saya yang telah menunjukkan yang mana bathil dan yang mungkar yang tidak pernah lelah memimbing saya dan mentranferkan ilmu kepada saya dan sahabat-sahabat sejati yang saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran serta para pemotivasi yang membuat hidup saya lebih menggelora.’’Ya Allah balas segala amal baik mereka dengan surga-mu yang penuh dengan kenikmatan.Amiin ya Robbal ‘alamiin..’’
Akhir kata hanya kepada Allah saya mohon ampun.Semoga amal kebaikan yang diperbuat menjadi peninggi derajat dalam hidup.Hamba yakin hanya Engkau yang mampu memberikan balasan dengan sebaik-baik balasan.Ya Allah,terimalah amal yang sederhana ini,hamba berlindung dari kehidupan yang sia-sia.Syukur dan sujudku padamu…

Sungai Kakap,17 Januari 2013
Daftar isi
Sepenggal Inspirasi                                                                                                _3
Serumpun Kata Terima Kasih                                                                              _4
Daftar Isi                                                                                                                   _5
BAB I : Kenalan Dulu Yuks…!!                     _6
Profil dan seputar lembaga                                                                                 _7-10                                                          
BAB II : Pergaulan Tanpa Batas..Oh No..!!    _11
Peranan pemuda dalam islam                                                                          _12-13
Beberapa Model Pelajar Hari Ini                                                                     _13-14
BAB III : Dakwah Sekolah Sebagai Solusi      _15
Kenapa Dakwah?                                                                                                   _16-19
Dakwah Suatu Keniscayaan                                                                               _19-20
BAB IV : Dakwah Seorang Aktivis Sekolah       _21
Aktivis Dakwah Sekolah                                                                                     _22-23









BAB I

Kenalan Dulu Yuks…!!!
 














Profil dan Seputar Lembaga
Lembaga pembinaan pelajar islam (LP2i) Kabupaten Kubu Raya
SEJARAH
Dibentuk pada :
Ã’ Tanggal 13 Maret 2008
Ã’ Di Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya
Dideklarasikan pada :
Ã’ Tanggal 10 Mei 2008
Ã’ Di Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya
Identitas lembaga
Ã’ Logo lembaga :


Ã’ Sekretariat :
            Jalan Arteri Supadio, Komp. Pawan Mas  I No. A 9.
            Desa Sungai Raya Dalam, Kecamatan Sungai Raya,
            Kabupaten Kubu Raya
Ã’ Akte Notaris Budi Silalahi, SH dengan nomor 2 pada tanggal 16 Agustus 2008
Ã’ NPWP dengan nomor : 02.991.322.5-701.000
Tujuan lembaga
Terwujudnya barisan  remaja - pelajar  Kabupaten Kubu Raya yang mendukung dan memelopori tegaknya nilai-nilai kebenaran , mampu menghadapi tantangan masa depan, dan menjadi batu bata  yang baik dalam bangunan masyarakat Islam.
Pengurus periode 2010-2012
Ã’ Pelindung                : Ketua DPRD Kab. Kubu Raya
                                                              Kepala Dinas Pendidikan Kab. Kubu Raya
Ã’ Penasehat               : Drs. Anuardi, M.Si.
                                                              Nurhasanah,SP.
                                                           
Ã’ Ketua                         : Indah Yuliastuti,S.Pd.
Ã’ Wakil ketua             : Rudianto.S.Si
Ã’ Sekertaris                : Indah Rahayu.
Ã’ Bendahara               : Mutfa Irma,S.Pd.
Ã’ Kabid PSDM                        : Fitria Ningrum,S.P.
Ã’ Kabid Kosra             : Bintoro Bagus Purnomo
Ã’ Kabid Humas           : Ulil Absar,S.E.






STRUKTUR KEPENGGURUSAN LP2I
Periode 2012-2014
Ketua
Indah Yuliastuti S.Pd
Wakil Ketua
Rudiyanto.S.Si
Sekretaris
Indah Rahayu
Bendahara
Murfa Irma S.Pd
Departemen Eko.Kesra
Bintoro Bagus Purnomo
Departemen HUMAS
Sardini
Departemen PPSDM
Dr.H.Yudha Dwi Harsanto
Bidang INVESTASI
1.       Mulyadi
2.       Isnaini
3.       Nani Handayani
Bidang JARINGAN LEMBAGA
1.       Agus Widodo
2.       Agus Rianto
3.       Rahmat Saiful
Bidang Akademik
1.       Hendra Rivaie S.E
2.       Kusmarningsih
3.       Abdullah
4.       Mutammimah

Bidang FUND RISING
1.       Agus Paryono
2.       Jumadi
3.       Nuraini
Bidang MEDIA
1.       Ariyanti
2.       Eli Sya’baniah
3.       Dewi Indra Wati
4.       Fadhil Mahdi
Bidang DIKLAT
1.       Hendri Gunawan
2.       Renold Widjaya
3.       Rika
Bidang KEPUTRIAN
1.       Fenti Rozalinda A.Md
2.       Nur Annisa
 






















Program lembaga
LP2I merupakan lembaga resmi yang ditunjuk oleh  Dinas Pendidikan kab. Kubu Raya untuk menyelenggarakan kegiatan mental spiritual berupa MENTORING  AGAMA ISLAM (MAI) bagi para pelajar di tingkat SMP/Mts dan SMA/SMK/MA  yang   pelaksanaannya sekarang telah meliputi 7 sekolah Tingkat SMA/MA  dan  4 sekolah  tingkat SMP yang  tersebar  di kecamatan Sungai  Raya, Sungai Kakap, Sungai Ambawang  dan Kecamatan Rasau Jaya
Lanjutan
LP2I  menyelenggarakan pula berbagai  kegiatan yang mendukung  pelaksanaan Mentoring Agama Islam seperti  :
§    Pesantren  Pelajar Islam
 ( Diselenggarakan  melalui  kerjasama  dengan   14 sekolah tingkat SMP    dan SMA/MA ),
§  Training  Motivasi Belajar
    ( Kegiatan mempersiapkan para pelajar dalam  menghadapi UN)
§   Pelatihan intensif  pelajar (tasqif  pelajar Islam)
   ( Kegiatan untuk meningkatkan wawasan keislaman para pelajar )
§   Jambore pelajar Islam
   (Kegiatan  out bound  pelajar Islam)







 

 

 

 

BAB II

Pergaulan
Tanpa Batas
Oh No..!!!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Peranan Pemuda Dalam Islam


     Pemuda adalah harapan suatu bangsa dan para pemuda lah yang akan membawa dan menyebarkan panji-panji keislaman dimuka bumi.

     Islam memandang posisi pemuda di masyarakat bukan menjadi kelompok pengekor yang sekedar berfoya-foya, membuang-buang waktu dengan aktifitas-aktivitas yang bersifat hura-hura dan tidak ada manfaatnya. Melainkan Islam menaruh harapan yang besar kepada para pemuda untuk menjadi pelopor dan motor penggerak dakwah Islam. Pemuda adalah kelompok masyarakat yang memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainnya, diantaranya adalah bahwa mereka relatif masih bersih dari pencemaran (baik aqidah maupun pemikiran), mereka memiliki semangat yang kuat dan kemampuan mobilitas yang tinggi.
Para musuh Islam sangat menyadari akan hal tersebut, sehingga mereka berusaha sekuat tenaga untuk mematikan potensi yang besar tersebut dari awalnya dan menghancurkan para pemuda dengan berbagai kegiatan yang laghwun (bersifat santai dan melalaikan), dan bahkan destruktif.
Pemuda yang baik oleh karenanya adalah pemuda yang memiliki karakteristik    sebagai            berikut:
1. Mereka beramal/bekerja dengan didasari dengan keimanan/aqidah yang benar
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?’” (QS Haa Miim [41]: 33)
2.Mereka     selalu                        bekerja         membangun            masyarakat
“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.”(QS.AlKahfi[18]:7)
3. Dan mereka memahami bahwa orang yang baik adalah orang yang paling bermanfaat            untuk ummat          dan     masyarakatnya
“Dan Katakanlah: ‘Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.’” (QS At Taubah [9]: 105)
Peran pemuda sangat penting dalam peradaban islam yang dimana semangatnya yang masih menggelora dibandingkan orangtua .Tetapi,Apakah bisa para pemuda diharapkan.Jika pemudanya jauh dari nilai-nilai keislaman?
Beberapa model pelajar hari ini:
1. Anak Gaul
Kumpul bareng kawan adalah yang utama. Gaya hidupnya cuek, santai, dan lebih permisif dalam berbagai hal. Banyak yang kemudian menjadi kelompok geng.
2. Cinta adalah Segalanya
Tiada hari tanpa pacaran. Dunia serasa hanya milik mereka berdua. Tiada ingat bahwa ada akhirat. Walhasil, aborsi pun merajalela.
3. Academic Oriented
Tidak peduli apa pun yang terjadi dengan yang lain, yang penting nilai sekolah baik. Pelampiasannya ialah Facebook, Game, dan kehidupan dunia maya.
4.Narkoba
5.Tawuran
Pelajaran yang mereka terima di sekolah:
1. Pelajar kita setiap hari disuguhi materi pelajaran berdasarkan kurikulum ala Barat. Pelajar kita dicekoki dengan teori evolusi Charles Darwin. Pelajar kita dibuat lebih mengenal Mustafa Kemal Ataturk daripada Sholahuddin Al Ayyubi. Pelajar kita bahkan hafal paradigma ekonomi kapitalis bahwa prinsip ekonomi adalah dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil semaksimal mungkin.
2. Ilmu-ilmu keislaman yang dipelajari sangat sedikit sehingga pelajar muslim terasing dari syariatnya. Pelajar muslim menjadi samar dengan fenomena kemusyrikan, riba, adab antara laki-laki dan perempuan, termasuk pula masalah al wala wal baro. Agen-agen Ghozwul Fikri telah menyibukkan pelajar dengan budaya moral bejat, anti syariat, dan penuh aksi maksiat. Televisi menyiarkan kekerasan, perselingkuhan, dan horor yang merusak jiwa.
Dampak dari semua hal tersebut:
1. Pelajar mengalami krisis identitas dan menjadi generasi yang hilang karena tidak ada panutan. Pelajar tidak sadar konsekuensi menjadi muslim.
2. Pelaku tindak kriminal dan pelacuran pelajar semakin meningkat. Banyak yang mati overdosis atau tewas karena naik motor ugal-ugalan.
3. Banyak pelajar yang tidak peduli saat korporasi kapitalis mengeruk harta kekayaan kita dari Aceh sampai Papua.















BAB III

DAKWAH SEKOLAH SEBAGAI SOLUSI
 



















Kenapa Dakwah?
Dakwah merupakan suatu proses dan struktur yang berkesinambungan. Dalam mencapai target dan hasil yang optimal, tidak boleh ada celah-celah yang dibiarkan kosong. Namun selama ini tampaknya ada (banyak?) mata rantai yang terputus, hilang terabaikan dan belum sempat tersentuh. Potret remaja masa kini di atas adalah salah satu bukti dari masih adanya mata rantai yang putus ataw celah dakwah yang terabaikan. Mengapa remaja kita saat ini ber- prestasi kelam padahal mereka (katanya) adalah generasi harapan ? Bisa jadi karena kurangnya perhatian gerakan (dakwah) Islam terhadap para remaja/pelajar, atau karena gencarnya serangan musuh-musuh Islam yang belum bisa diimbangi oleh para aktivis dakwah kita karena terbatasnya SDM dakwah. Remaja kita, umumnya dari kecil mereka dibina melalui TPA/TKA, namun ketika menginjak dewasa (SLTP-SMU/SMK), pembinaan mereka terputus karena tidak adanya pembinaan di tingkat itu. Baru setelah memasuki tingkat universitas mereka mendapatkan pembinaan kembali, itupun tidak semuanya bisa ditarik lagi karena sudah terkena Ghazwul Fikri.

Selama ini memang terlihat bahwa ada kecenderungan para kader/aktivis dan para pendukung dakwah lebih banyak memfasilitasi dakwah mereka yang berada di golongan mapan; mahasiswa. Sehingga tak heran selama ini dinamika dakwah kampus terlihat lebih semarak, lebih hidup, dan lebih terdengar kelangsungannya ketimbang komunitas dakwah lain. Dalam Lpj-nya, sebuah DPD partai dakwah di suatu daerah melaporkan bahwa untuk bid. Pemuda, hanya program koordinasi dakwah kampus yang terlaksana, sedangkan program lain belum dapat dilaksanakan (anehnya dalam program-program lain itu, dakwah sekolah tidak tercantum !) karena SDM terbatas. Dan dalam Lpj itu juga disebutkan bahwa Kampus adalah wilayah garapan utama dan strategis. Padahal ada kelompok lain yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan. Salah satunya adalah mereka para remaja-pelajar yang berintikan pelajar SMU/SMK. Padahal dilihat dari berbagai kedudukan dan urgensinya, level inlah yang harusnya menjadi sasaran prioritas pembinaan dan pengkaderan. Memang selama ini dakwah sekolah telah berjalan, tapi toh tetap saja mereka kalah karena merasa dianaktirikan oleh gerakan dakwah (beberapa ADS pernah curhat tentang hal ini).

Generasi remaja yang intinya terdiri dari para pelajar SMU/SMK memiliki beberapa kedudukan yang penting berkaitan dengan aktivitas dakwah:
 Pertama, jumlah pelajar di Indonesia sangat besar, jauh lebih banyak dari generasi di atasnya (mahasiswa) yaitu sekitar 10-15% dari jumlah penduduk Indonesia. Dari jumlah itu hanya 10-20 % saja yang melanjutkan ke jenjang PT. Hal ini berarti jika yang sebagian besar itu tidak mengenal nilai-nilai Islam dan kebenaran hakiki --karena tidak adanya dakwah sekolah-- ketika lulus dan masuk dunia kerja/kembali ke masyarakat, maka masyarakat akan semakin banyak dihuni oleh orang yang jauh dari nilai Islam. Padahal yang sebagian kecil ke PT/universitas pun juga tidak semuanya mendapat hidayah Islam lewat sentuhan dakwah kampus. Di sini terlihat bahwa peran dakwah sekolah amatlah vital untuk meningkatkan persentase para pelajar yang sadar ber-Islam agar jumlah masyarakat yang sadar ber-Islam semakin banyak.

Kedua, remaja umumnya memiliki nilai dan sifat dasar yang baik. Sifat mereka yang dinamis, kreatif, agesif, spontan, heroik, mudah meniru dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sangat cocok jika dikenalkan dengan nilai-nilai Islam yang dinamis dan universal. Namun remaja memiliki tingkat emosional yang labi, terburu-buru dan mudah putus asa, serta biasanya seorang remaja ketika di SMU/SMK tengah mencari kepribadian/jati dirinya, sisi inilah yang perlu kita bina.

Ketiga, para remaja-pelajar SMU/SMK terdapat di seluruh propinsi dengan penyebaran sampai ke tingkat kecamatan bahkan desa (bandingkan dengan PT yang hanya di tingkat propinsi dan tidak merata). Dengan demikian jika aktivitas pembinaan keislaman menyebar di seluruh SMU/SMK maka akan semakin banyak wilayah yang terwarnai dengan nilai-nilai keislaman hingga nantinya dakwah akan semakin menyebar.

Keempat, waktu para remaja-pelajar lebih banyak dihabiskan di luar rumah (sekolah 7 jam sehari; Bimbel/kursus/ekskul 2-4 jam sehari). Dengan demikian aktivitas mereka di luar rumah sebagian besar adalah di sekolah. Bila porsi waktu yang banyak ini dimanfaatkan untuk mengenalkan Islam lewat dakwah sekolah, insya Allah sangat berguna.  

Melihat berbagai hal di atas, maka sangat nampak bahwa prospek penerimaan (dakwah) Islam di kalangan remaja-pelajar SMU/SMK sangat cerah, asalkan ada pihak-pihak yang berkomitmen untuk melakukannya. Sejalan dengan perkembangan dakwah yang ada secara umum serta perkembangan zaman yang memasuki era globalisasi, memang nampak dan dirasakan bahwa peningkatan (perhatian) dakwah di kalangan remaja-pelajar ini sangat perlu dilakukan mengingat adanya tuntutan dan realita sebagai berikut:

Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang menghasilkan kalangan terpelajar sebagai aset bagi kepemimpinan ummat dan bangsa di masa mendatang, karena tiu semakin banyak pelajar yang komitmen terhadap nilai-nilai Islam lebih menjamin banyaknya nilai-nilai kebaikan yang mewarnai kehidupan di masa depan.

Para remaja khususnya pelajar merupakan pelaku penyimpangan perilaku seksual dan sosial yang cukup besar, hal ini dapat kita lihat dari realita dalam prolog di atas. Sebab mereka merupakan sasaran terbesar Ghazwul Fikri dan arus informasi musuh-musuh Islam. Kita juga dapat mengamati bahwa mode dan trend (baik atau buruk) sangat mudah berkembang di kalangan remaja karena sifat mereka yang mudah meniru dan spontan. Hal ini juga sekaligus merupakan dakwah terbesar di kalangan remaja.

Dakwah sekolah merupakan tuntutan untuk menjaga kesinambungan rantai dakwah. Aktivitas dakwah di kalangan generasi berikutnya (kampus), sangat ditentukan dengan keberhasilan dakwah di lingkungan sekolah. Begitu juga dakwah di masyarakat umum akan lebih mudah dengan adanya dakwah sekolah. Sebab lebih mudah menyebarkan suatu nilai/idealisme di kalangan remaja yang masih berkembang pemikirannya serta dalam masa pencarian jati diri sehingga akan semakin mantap ketika ia memasuki dunia perguruan tinggi atau kembali ke masyarakat, daripada harus mulai mengenalkan Islam ketika mereka sudah di PT atau di masyarakat. Dengan demikian dakwah sekolah sangat berperan dalam roda dakwah secara umum, atau dengan kata lain peran dakwah sekolah adalah sebagai muqoddimah/prolog bagi dakwah tingkat selanjutnya (dakwah qosshof). 

Tantangan-tantangan di atas jelas harus kita perhatikan dan kita tindaklanjuti. Apalagi menyimak pesan Ust. Rahmat Abdullah di depan para kader, aktivis dan simpatisan/pendukung dakwah pada acara Muswil I PK Lampung bulan November lalu. Beliau berpesan bahwa tahun 2000-2002 adalah masa pembinaan dan pengkaderan, untuk itu ciptakan lah kader yang otaknya pinter, imannya benar, dan jiwanya segar. Klop dengan ciri khas ADS, 3R (berotak pintar, berhati benar, berjiwa segar/bugar). 

Perkembangan amal politik tidaklah seharusnya menjadikan kita lupa terhadap pilar penyokong dakwah. Ingatlah bahwa pilar penting dalam dakwah adalah sistemasi dakwah atau pentahapan yang terencana (marhaliyah).  (m syahid_as) 
Hei Katakanlah pada dunia
Generasi baru kini telah tiba
Menerjang tumbangkan benteng tirani
Demi satu cita tegak keadilan

Dakwah Suatu Keniscayaan
Allah bangga dengan hamba-Nya yang senantiasa berdakwah di jalan-Nya. Firman Allah, “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” (Fushshilat:33) Perhatikan betapa Allah telah menegaskan bahwa perkataan yang paling baik adalah perkataan para dai. Sebab mereka tidak berkata kecuali ajarannya. Setiap kalimat yang mereka ucapkan semata untuk menyebarkan kebaikan, dan kedamaian bagi manusia.
Saudaraku, sungguh kita hidup di zaman di mana tangan-tangan kebatilan bekerja keras untuk merusak tatanan. Mereka gerogoti aqidah muslim dengan menyebarkan khurafat melalui film-film yang mengagungkan para dukun. Mereka rusak ekonomi dengan sistem ribawi. Mereka cemari budaya budaya dengan tebar budaya pornografi agar tidak ada perbedaan antara manusia dengan binatang. Mereka raih media dengan menawarkan hiburan yang menggerogoti akhlaq dan moral generasi muda. Orang diajak tertawa dalam rentetan hiburan yang tidak bermakna. Padahal ulama mengatakan           bahwa           tertawa        mematikan            hati.
Saudaraku, ketahuilah bahwa Allah menegakkan alam ini dengan sistem yang sangat rapi. Para ahli astronomi menemukan fakta-fakta ilmiah bahwa seandainya matahari bergeser dari posisinya menjadi lebih dekat ke bumi, barang satu centimeter, niscaya bumi akan terbakar. Atau sebaliknya jika ia bergeser lebih jauh dari bumi barang satu centimeter, bumi akan beku. Perputaran siang dan malam yang dengannya Allah bersumpah dalam Al-Qur’an, “Wallaili idzaa yaghsya wan nahaari idzaa tajalla (Al-Lail:1-2), adalah bukti kerapian sistem alam ini. Tidak hanya untuk alam, untuk manusia Allah juga meletakkan sistem dan aturan. Nabi dan rasul dipilih untuk mengajak manusia mengikuti sistem dan aturan ilahi. Bila manusia melakukan penyimpangan, ia pasti akan mendapatkan akibatnya, cepat atau lambat. Al-Qur’an menyebutkan penyimpangan tersebut dengan istilah thagha (melampaui batas). Lihatlah kesudahan kaum Aad, Tsamud dan Firaun beserta tentaranya.
Jalan dakwah adalah keniscayaan. Setiap diri yang mengaku muslim hendaknya berdakwah. Berdakwah bukan hanya berceramah seperti yang banyak orang pahami. Rasulullah saw. pernah bersabda kepada Ali bin Abi Thalib r.a, “Mengajak satu orang kepada hidayah Allah itu lebih baik bagimu dari harta yang sangat kau banggakan. Rasulullah saw. menegaskan bahwa mengajak satu orang kepada kebaikan adalah dakwah. Maka dengan ini kegiatan dakwah tidak hanya terbatas pada kegiatan berceramah. Melainkan ia lebih berupa kegiatan menggunakan segala kemampuan, fasilitas dan kemungkinan lainnya untuk mempengaruhi orang lain agar taat kepada Allah. Orang bisa berdakwah dengan segala kemampuannya, menulis buku, berkomunikasi dengan orang lain       dan     lain     sebagainya.
Ingat, dakwah adalah keniscayaan. Tanpa dakwah agama akan hilang. Tanpa dakwah kemanusiaan akan hancur. Selamat di dunia maupun di akhirat tidak ada pilihan kecuali dengan berdakwah di jalan Allah.
 Salahsatu sarana dakwah yang efektif adalah dengan adanya Rohis disekolah.Dengan kegiatan-kegiatan Rohis yang membantu penyebaran dakwah           disekolah.Melalui kegiatan mentoring,liqo,kajian keakhwatan,mabit,kuliah pagi,mukayyam dan masih banyak lagi.Sehingga membuat para pelajar lebih disibukkan dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat sehingga peluang untuk kegiatan yang  tidak baik lebih sedikit dan adanya Rohis disekolah bisa menjadi ekstrakulikuler yang membentuk akhlak yang lebih baik dan membentuk generasi pembelajar yang siap menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks sehingga terbentuklah para pemuda yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT dengan berakhlak yang baik sehingga menjadi para pemuda yang menundukkan zaman bukan yang diperbudak oleh zaman.





BAB IV

 Dakwah seorang Aktivis
Sekolah
 






















‘’Harus selalu berikhtiar dan berkontribusi didalam tarbiyah’’
‘’Keistiqomahan yang akan menjadi penguat’’
‘’Menjadi manusia yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain’’

Itulah lah komitmen seorang akhwat dan sekaligus seorang aktivis yang saat ini menjadi salah satu bagian dari kepenggurusan Lp2i kuburaya.Dewi Indrawati namanya,adik dari Fenti Rozalia ini juga alumni dari SMA N 1 Sungai Raya.Sama seperti kakaknya juga.Kakaknya juga salah satu anggota Lp2i dan alumni SMA N 1 Sungai Raya.Akhwat ini menceritakan sedikit pengalaman dakwah sekolahnya kepada saya.Saya sangat senang sekali karena bisa berbincang-bincang kepadanya mengenai pengalaman dakwahnya disekolah.Disekolah, dia memulai tarbiyahnya dirohis.Banyak sekali hal-hal yang ia dapatkan dari Rohis.Dia mengikuti rohis dari kelas x dan Alahamdulillah berlanjut sampai kekelas xi.ia menceritakan bahwa dari kelas x sampai dengan kelas xi kedudukannya dirohis hanya sebagai anggota.Dan berjalannya waktu akhirnya dia diamanahkan menjadi penggurus dirohis Arruhul Jadid menjadi staf  rumah tangga.Selama menjadi staf rumah tangga yang mana tugasnya adalah mengelola mushola, mulai dari mengkordinir jadwal piket, mengkordinir buku-buku perpustakaan, mengkordinir perlengkapan-perlengkapan     mushola dan menyediakan perlengkapan yang diperlukan oleh rohis. Seperti, kertas dll.
Selama dirohis banyak pengalaman-pengalaman yang ia dapatkan yang mungkin sangat berkesan. Dan pengalaman yang sangat berkesan baginya adalah menjadi panitia di Grand Opening Arruhul Jadid. Karena baginya pada saat menjadi kepanitiaan ia dapat memberikan kontribusi yang lebih.
Jalan dakwah tidaklah semulus yang kita inginkan,banyak sekali hambatan-hambatan yang kita dapatkan. Sama halnya dengan akhwat ini, selama dirohis dan kepenggurusan banyak sekali hambatan-hambatan yang ia dapatkan. Seperti ia merasa bahwa keilmuannya dirohis belum lah baik, belum bisa memanajemen rohis dengan baik, jadwal yang sering berbenturan antara kesibukan pribadi sekolah dan rohis, komunikasi yang belum efektif ke sesama anggota yang lain sehinnga sering terjadi konflik antar anggota walaupun tidak berlangsung secara lama. Tetapi itu semua tidak membuat ia berpurtus asa. Ada keyakinan didalam hati bahwa ada Allah yang akan memberikan jalan keluar.
‘’Setiap kesulitan, ada kemudahan’’
Saya bertanya kepadanya,’’apa yang membuat kakak masih bertahan didalam tarbiyah hingga saat ini?’’ ia menjawab,’’Setiap orang pasti memiliki iktikad baik dalam dirinya. Apakah iktikad baik itu bisa bertahan lama atau tidak. Maka perlu adanya sarana pengguat, yaitu melalui tarbiyah. Tarbiyah bisa menjadi pengguat diri ketika iman mulai melemah.

Ada motivasi yang saya dapatkan dari pengalaman dakwah ka dewi, yang juga dikatakan oleh Hasan Al-banna.

‘’Dakwah ini tidak mengenal sikap ganda.
Ia hanya mengenal satu sikap totalitas.
Siapa yang bersedia untuk itu,
Maka ia harus hidup bersama dakwah dan
Dakwah pun harus melebur dalam dirinya.
Sebaliknya,barangsiapa yang lemah
Dalam memikul beban ini,
Ia terhalang dari pahala besar mujahid
Dan tertinggal bersama orang-orang yang duduk.
Lalu Allah Swt akan mengganti mereka
Dengan generasi lain yang lebih baik
Dan lebih sanggup memikul beban dakwah ini.’’
(Imam asy-Syahid Hasan al-Banna)







  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar