Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

VMJ (VIRUS MERAH JAMBU)


VMJ (VIRUS MERAH JAMBU)

V

Irus Merah Jambu, mungkin sufah familiar di kalangan kaum muda-mudi ataupun ada yang belum tahu artinya tetapi, sudah terinveksi virus ini. Apa itu virus merah jambu? Virus merah jambu ini terkenal di kalangan para JOMBLOWERS yang mana mereka orang-orang yang anti Pacaran. VMJ ini sebutan dari PACARAN. Jadi, kaum muda-mudi yang pacaran itu berarti telah terinveksi Virus Merah Jambu. Maksud dari Virus Merah Jambu adalah bentuk hati yang seperti buah jambu yang berwarna merah. Sehingga lengkaplah menjadi Virus Merah Jambu sebutannya.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQ4kxMx0DZI-_kBHKwLZrsiMumelxDvfTVf23RzappFqHqWWzuKEvS6kYrMnviy-KuHSHwkkpA3UVX76TTFix5lBLXIHNQfEMzGRpTxu_tZTvEVoCUoWNjrWWHsNtuIlACcMPI6XD6TTap/s1600/MERAH+JAMBU.jpg

VMJ ini tersebar kesebagian kaum muda-mudi. Mulai dari anak SD sampai pasangan yang sudah bertahun-tahun pacaran. Saya teringat dengan sebuah gambar yang bertulisan ‘’Pacaran bertahun-tahun kok belum sah juga, situ pacaran atau kredit mobil?’’

Pada saat ini masalah terbesar yang dapat menghancurkan moral kaum muda-mudi adalah pergaulan yang amat bebas. Sehingga tak jarang kita mendengar atau melihat berita-berita yang sangat menyedihkan dari kaum muda-mudi saat ini. Salah satu contohnya kasus  pembunuhan yang di lakukan oleh Nanang Selembe ( nama Topnya di Facebook) kepada pacarnya Putri Wulandari siswi SMA Santun Pontianak pada beberapa waktu yang lalu. Bermula dari ajakan Si Mr. N ke pacarnya Ms. P untuk berhubungan layaknya suami istri. Tetapi, si Ms. P  menolak. Sehingga, ini salah satu faktor pembunuhan itu terjadi
.

Inilah realita para remaja saat ini, lebih mengghunakan nafsu di bandingk an akalnya tanpa memikirkan resiko yang akan di dapatkan. Budaya pacaran yang sudah merajalela  di kaum muda-mudi sulit untuk di hindarkan karena telah menjadi anggapan bahwa dengan pacaran merupakan proses mendapatkan jodoh. Pemikiran inilah yang telah melekat pada masyarakat khususnya para muda-mudi. Sehingga tak heran kita melihat para muda-mudi yang berpacaran itu seperti pasangan suami istri karena batasan pergaulannya yang sudah di luar batas.

Objek yang sangat di rugikan adalah wanita. Banyak kasus pembunuhan wanita, pemerkosaan dan aborsi bermula dari ikatan yang bernama PACARAN.. Mungkin, ada sebagian yang tetap menyangkal pacaran itu membwa pengaruh positif, tetapi apakah kita pernah berfikir pengaruh negatifnya lebih besar dari pada positifnya. Zina berupa pacaran yang oleh orang tua modern di katakan sebagai,’’Anak saya masih mengerti batas-batasannya. Batas apa? Catatan zina tak hanya mengores apa yang ada di antara pusat dan lutut. Semua indera dan anggota tubuh bisa jadi terdakwah. Mata, telinga, lisan, tangan, kaki, juga angan. Di bagian tubuh manapun, zina mendudukkan diri sebagai potensi celaka yang harus di waspadai.

‘’Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu, kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (H.R. Muslim, no. 6925)

Walaupn banyak kasus-kasus remaja atau muda-mudi yang menyimpang dari moral dan keteguhann imannya, Tetapi masih ada para muda-mudi yang tumbuh dengan akhlak yang baik dan bermoral luhur. Para muda-mudi yang tumbuh dengan kejernihan hati dan pikiran serta keteguhan imannya. Sehingga para pemuda seperti inilah yang di harapkan oleh masyarakat dan bangsa menjaddi pelopor bangsa yang bermoral dan bermanfaat bagi masyarakat bukan sampah masyarakat. Trlebih dari itu menjadi seorang pemuda yang mengambil langkah terbaik dalam perjalanan cinta hidupnya dengan cara yang di ridhoi Allah yaitu dengan menikah jalan terbaiknya bukan dengan pacaran.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar