Diberdayakan oleh Blogger.
RSS



Taqlik Berhijab
Annisa Hijab Story..
Bismillah...

Taqlik itu diartikan sebagai ikut-ikutan, taqlik dalam berbuat baik maupun buruk dan kita disuruh untuk tidak asal taqlik atas sesuatu jika tidak ada dalil yang menganjurkan. Tapi, taqlik dalam berbuat baik dan ada dalilnya pasti boleh lah...salah satunya taqlik berhijab. Dalilnya sih, sudah jelas yaitu disurah Annur ayat 31 dan surah Al-Ahzab ayat 56 yang memerintahkan wanita untuk menutup aurat.
Sebelumnya telah ku tulis cerita berhijab ku bermula dari niat ingin berhijab, ternyata untuk berhijab itu tidaklah gampang perlu proses dan pemahaman bahkan untuk berniat pun memerlukan kemantapan. Ternyata untuk berbuat baik sering kali menggunakan pertimbangan sedangkan untuk berbuat keburukan seringkali pertimbangan itu diabaikan dan keburukan itu mudah untuk dilakukan.
Alhamdulillah niat berhijab yang telah ku lakukan akhirnya menjadi kenyataan, ketika awal masuk SMA, aku masih belum berhijab, masih seperti biasa dengan aurat ku yang terbuka. Niat ingin berhijab pada saat itu tidak teringat dipikiran ku. Aku hanya disibukkan dengan lingkungan sekolah baru, teman baru, dan hal-hal yang baru lainnya. Tapi dalam perjalanan waktu, ada seorang teman wanita ku yang tiba-tiba berkerudung ke sekolah. Aku melihatnya dengan penuh kepesonaan bahwa ia tampak lebih cantik dan ayu dengan menggunakan kerudung. Keesokan harinya dan berlanjut pada hari berikutnya, aku semakin terpesona dengan keayuan wajahnya menggunakan kerudung yang sebelumnya ia tidak begitu terlihat lebih cantik dan ayu ketika belum berhijab. Akhirnya hatiku tersentuh dan ingin sekali menggunakan kerudung biar tampak lebih cantik dan ayu seperti dia. Tapi sayang, aku sudah memesan seragam sekolah berlengan pendek walaupun roknya panjang, terbesit dipikiranku,’’bagaimana nih?aku ingin pake kerudung tapi seragam sekolah yang aku pesan berlenggan pendek, coba saja dari kemaren aku bersungguh-sungguh mau berhijab pasti aku pesan yang berlenggan panjang deh’’.
Aku pun dibuatnya down karena seragam yg ku pesan berlenggan pendek, mau beli seragam yang panjang gak punya uang sendiri. Tapi aku hanya memiliki keyakinan, Allah pasti akan memberikan kemudahan kepadaku untuk berhijab, karena Allah gak akan menyia-yiakan niat bagi hambanya. Ternyata apa yang aku yakini menjadi kenyataan, tidak disangka Allah memberikan kemudahan itu yaitu berupa hal yang sangat subhanallah bagi ku. Ketika pembagian seragam sekolah, aku sedih karena mendapatkan seragam berlenggan pendek dan sudah terlambat untuk aku tukar, aku mencoba mencari dan bertanya ke guru yang membagikan seragam apakah ada seragam yang lebih berlenggan pajang dan ternyata tidak ada. Dalam kegalauan ku, ada temanku menghampiri dan berkata dengan rasa senang,’’nis, ada temanku yang dapat seragam berlenggan panjang, padahal dia tidak memesan seragam berlenggan panjang, lebih baik kau tukar saja seragammu dengan seragamnya, karena ia pun tidak menggunakan kerudung. Kamu kan mau pake kerudung, lebih baik cepat kau temui temanku untuk menukarkan seragammu dengannya,’’. Aku pun senang mendengarnya dan segera berlari untuk menukarkan seragamku. ‘’sri, kamu dapat seragam berlenggan panjang yah? Boleh gak tukaran sama aku. Aku dapat seragam yang berlenggan pendek padahal aku ingin pake kerudung.’’ Kata ku memohon. ‘’oh iya, boleh nisa. Yaudah nih seragamku, kita tukaran yah.’’kata temanku sri sambil menyodorkan seragamnya yang hendak ditukar. Aku pun langsung menukarkan seragamku dengannya dan betapa bahagia diriku karena aku merasa Allah telah menolongku dan mengabulkan keinginanku. ‘’alhamdulillah, terima kasih ya Allah, engkau tau saja apa yang aku inginkan dan engkau telah memberikan apa yang aku inginkan. Hamba mohon ya Allah bimbing lah hamba untuk berada dijalan lurusmu dan jadikan hamba wanita yang sholeha aamiiin.’’pintaku dengan rasa syukur.
Masih aku ingat, aku mulai berhijab pas dihari kemerdekaan tanggal 17 Agustus 2010 ketika usiaku 16 tahun. Pada tanggal 16 Agustus 2010 adalah hari pembagian seragam sekolah, karena aku mendapatkan tukaran suragam berlenggan panjang. Keesokan harinya tanggal 17 Agustus aku langsung menggunakan kerudung dimana hari itu juga upacara hari kemerdekaan. Ketika hendak pergi kesekolah untuk upacara, aku binggung karena aku tidak memiliki kerudung warna putih dan mama ku pun juga tidak memiliki kerudung warna putih yang bisa kupinjam. Disitu, terbesit dipikiranku,’’wah, gimana nih gak ada kerudung warna putih adanya kerudung warna coklat muda. Masa aku pake kerudung warna coklat sih, pastikan teman-teman semua menggunakan kerudung putih karena pake seragam putih abu-abu. Nanti aku jadi lain sendiri’’. Aku pun bercermin didepan kaca dan berusaha untuk memecahkan masalah ini. Tapi ada hal yang membuatku memberanikan diri untuk pake kerudung coklat itu yaitu aku merasa Allah saat ini lagi menguji ku, apakah aku benar-benar ingin menggunakan kerudung, dan jika aku berani berarti aku berhasil dari ujian ini. Aku pun senantiasa berhusnuzan kepada Allah dan akhirnya aku memberanikan diri menggunakan kerudung coklat walaupun aku tahu, aku akan pasti terlihat berbeda dan lain dari pada yang lain. Aku pun berangkat sekolah dengan penampilan ku yang berbeda dari sebelumnya, tiba disekolah teman-temanku pada kaget dan segera membuliku. Tapi aku senantiasa bersikap santai dan sabar, karena aku tahu untuk pertama berhijab ini pasti banyak ujiannya dan celaan dari orang lain. Tapi, ada juga sebagian temanku yang mensuport dan bahkan ada yang langsung memanggilku ustazah dan ibu haji. Aku hanya mengamini dan memberikan senyum manisku.
Benar adanya, aku terlihat beda dari yang lain. Di barisan pada upacara hanya aku sendiri yang menggunakan kerudung warna coklat, aku sempat malu tapi aku berusaha untuk percaya diri dan aku yakin Allah pasti senang melihat keberanianku ini. Setelah hijrahku menggunakan kerudung banyak sisi prilaku yang sedikit demi sedikit berubah, aku lebih menjaga tutur bahasa dan akhlak ku. Yang sebelumnya tiada batas perkataan dan akhlakku, setelah berhijab aku mulai menjaga tutur perkataan dan akhlakku karena aku yang sudah mantap berhijab tidak ingin memberikan kesan negatif terhadap wanita yang berkerudung. Dalam pandanganku, tak pantas seorang wanita yang berhijab memiliki tutur kata dan akhlak yang buruk. Setelah selesai upacara, banyak teman-temanku yang mendekati dan mengajak ku foto bareng. Biasanya, sebelum aku berhijab gaya ku berfoto adalah gaya alay. Tapi ketika aku telah berhijab, aku pun berfoto bersama teman-temanku dengan gaya yang ayu dan sopan. Alhamdulillah pada saat itulah aku merasa bahagia dengan hijab ku dan ku memohon kepada Allah, agar Allah selalu menjadikanku istiqomah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar