Taqlik
Berhijab
Annisa Hijab Story..
Bismillah...
Taqlik itu diartikan sebagai ikut-ikutan, taqlik dalam
berbuat baik maupun buruk dan kita disuruh untuk tidak asal taqlik atas sesuatu
jika tidak ada dalil yang menganjurkan. Tapi, taqlik dalam berbuat baik dan ada
dalilnya pasti boleh lah...salah satunya taqlik berhijab. Dalilnya sih, sudah
jelas yaitu disurah Annur ayat 31 dan surah Al-Ahzab ayat 56 yang memerintahkan
wanita untuk menutup aurat.
Sebelumnya telah ku tulis cerita berhijab ku
bermula dari niat ingin berhijab, ternyata untuk berhijab itu tidaklah gampang
perlu proses dan pemahaman bahkan untuk berniat pun memerlukan kemantapan.
Ternyata untuk berbuat baik sering kali menggunakan pertimbangan sedangkan
untuk berbuat keburukan seringkali pertimbangan itu diabaikan dan keburukan itu
mudah untuk dilakukan.
Alhamdulillah niat berhijab yang telah ku lakukan
akhirnya menjadi kenyataan, ketika awal masuk SMA, aku masih belum berhijab,
masih seperti biasa dengan aurat ku yang terbuka. Niat ingin berhijab pada saat
itu tidak teringat dipikiran ku. Aku hanya disibukkan dengan lingkungan sekolah
baru, teman baru, dan hal-hal yang baru lainnya. Tapi dalam perjalanan waktu,
ada seorang teman wanita ku yang tiba-tiba berkerudung ke sekolah. Aku
melihatnya dengan penuh kepesonaan bahwa ia tampak lebih cantik dan ayu dengan
menggunakan kerudung. Keesokan harinya dan berlanjut pada hari berikutnya, aku
semakin terpesona dengan keayuan wajahnya menggunakan kerudung yang sebelumnya
ia tidak begitu terlihat lebih cantik dan ayu ketika belum berhijab. Akhirnya
hatiku tersentuh dan ingin sekali menggunakan kerudung biar tampak lebih cantik
dan ayu seperti dia. Tapi sayang, aku sudah memesan seragam sekolah berlengan
pendek walaupun roknya panjang, terbesit dipikiranku,’’bagaimana nih?aku ingin
pake kerudung tapi seragam sekolah yang aku pesan berlenggan pendek, coba saja
dari kemaren aku bersungguh-sungguh mau berhijab pasti aku pesan yang
berlenggan panjang deh’’.
Aku pun dibuatnya down karena seragam yg ku pesan
berlenggan pendek, mau beli seragam yang panjang gak punya uang sendiri. Tapi
aku hanya memiliki keyakinan, Allah pasti akan memberikan kemudahan kepadaku
untuk berhijab, karena Allah gak akan menyia-yiakan niat bagi hambanya. Ternyata
apa yang aku yakini menjadi kenyataan, tidak disangka Allah memberikan
kemudahan itu yaitu berupa hal yang sangat subhanallah bagi ku. Ketika pembagian
seragam sekolah, aku sedih karena mendapatkan seragam berlenggan pendek dan
sudah terlambat untuk aku tukar, aku mencoba mencari dan bertanya ke guru yang
membagikan seragam apakah ada seragam yang lebih berlenggan pajang dan ternyata
tidak ada. Dalam kegalauan ku, ada temanku menghampiri dan berkata dengan rasa
senang,’’nis, ada temanku yang dapat seragam berlenggan panjang, padahal dia
tidak memesan seragam berlenggan panjang, lebih baik kau tukar saja seragammu
dengan seragamnya, karena ia pun tidak menggunakan kerudung. Kamu kan mau pake
kerudung, lebih baik cepat kau temui temanku untuk menukarkan seragammu
dengannya,’’. Aku pun senang mendengarnya dan segera berlari untuk menukarkan
seragamku. ‘’sri, kamu dapat seragam berlenggan panjang yah? Boleh gak tukaran
sama aku. Aku dapat seragam yang berlenggan pendek padahal aku ingin pake
kerudung.’’ Kata ku memohon. ‘’oh iya, boleh nisa. Yaudah nih seragamku, kita
tukaran yah.’’kata temanku sri sambil menyodorkan seragamnya yang hendak
ditukar. Aku pun langsung menukarkan seragamku dengannya dan betapa bahagia
diriku karena aku merasa Allah telah menolongku dan mengabulkan keinginanku. ‘’alhamdulillah,
terima kasih ya Allah, engkau tau saja apa yang aku inginkan dan engkau telah memberikan
apa yang aku inginkan. Hamba mohon ya Allah bimbing lah hamba untuk berada
dijalan lurusmu dan jadikan hamba wanita yang sholeha aamiiin.’’pintaku dengan
rasa syukur.
Masih aku ingat, aku mulai berhijab pas dihari
kemerdekaan tanggal 17 Agustus 2010 ketika usiaku 16 tahun. Pada tanggal 16
Agustus 2010 adalah hari pembagian seragam sekolah, karena aku mendapatkan
tukaran suragam berlenggan panjang. Keesokan harinya tanggal 17 Agustus aku
langsung menggunakan kerudung dimana hari itu juga upacara hari kemerdekaan. Ketika
hendak pergi kesekolah untuk upacara, aku binggung karena aku tidak memiliki
kerudung warna putih dan mama ku pun juga tidak memiliki kerudung warna putih
yang bisa kupinjam. Disitu, terbesit dipikiranku,’’wah, gimana nih gak ada
kerudung warna putih adanya kerudung warna coklat muda. Masa aku pake kerudung
warna coklat sih, pastikan teman-teman semua menggunakan kerudung putih karena
pake seragam putih abu-abu. Nanti aku jadi lain sendiri’’. Aku pun bercermin
didepan kaca dan berusaha untuk memecahkan masalah ini. Tapi ada hal yang
membuatku memberanikan diri untuk pake kerudung coklat itu yaitu aku merasa
Allah saat ini lagi menguji ku, apakah aku benar-benar ingin menggunakan
kerudung, dan jika aku berani berarti aku berhasil dari ujian ini. Aku pun
senantiasa berhusnuzan kepada Allah dan akhirnya aku memberanikan diri
menggunakan kerudung coklat walaupun aku tahu, aku akan pasti terlihat berbeda
dan lain dari pada yang lain. Aku pun berangkat sekolah dengan penampilan ku
yang berbeda dari sebelumnya, tiba disekolah teman-temanku pada kaget dan
segera membuliku. Tapi aku senantiasa bersikap santai dan sabar, karena aku
tahu untuk pertama berhijab ini pasti banyak ujiannya dan celaan dari orang
lain. Tapi, ada juga sebagian temanku yang mensuport dan bahkan ada yang
langsung memanggilku ustazah dan ibu haji. Aku hanya mengamini dan memberikan
senyum manisku.
Benar adanya, aku terlihat beda dari yang lain. Di barisan
pada upacara hanya aku sendiri yang menggunakan kerudung warna coklat, aku
sempat malu tapi aku berusaha untuk percaya diri dan aku yakin Allah pasti
senang melihat keberanianku ini. Setelah hijrahku menggunakan kerudung banyak
sisi prilaku yang sedikit demi sedikit berubah, aku lebih menjaga tutur bahasa
dan akhlak ku. Yang sebelumnya tiada batas perkataan dan akhlakku, setelah
berhijab aku mulai menjaga tutur perkataan dan akhlakku karena aku yang sudah
mantap berhijab tidak ingin memberikan kesan negatif terhadap wanita yang
berkerudung. Dalam pandanganku, tak pantas seorang wanita yang berhijab memiliki
tutur kata dan akhlak yang buruk. Setelah selesai upacara, banyak teman-temanku
yang mendekati dan mengajak ku foto bareng. Biasanya, sebelum aku berhijab gaya
ku berfoto adalah gaya alay. Tapi ketika aku telah berhijab, aku pun berfoto
bersama teman-temanku dengan gaya yang ayu dan sopan. Alhamdulillah pada saat
itulah aku merasa bahagia dengan hijab ku dan ku memohon kepada Allah, agar
Allah selalu menjadikanku istiqomah.







0 komentar:
Posting Komentar