Diberdayakan oleh Blogger.
RSS



Niat Berhijab
Bismillah...
Dari Amirul Abi Hafsh Umar Bin Khattab ra. Berkata, Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘’sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya (akan diterima) sebagai hijrah karena Allah dan Rasulnya, dan barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ia cari atau wanita yang ia nikahi, maka ia akan mendapatkan apa yang dituju.’’(HR.Bukhari dan Muslim)
‘’Ada Seorang wanita yang baik akhlaknya, rajin beribadah dan senantiasa menjaga kesucian diri dari laki-laki yang bukan mahram. Tapi sayang, ia tak menutup auratnya. Walaupun berpakaian sopan sehari-hari tapi tetap saja menampakkan rambutnya dan auratnya. Suatu malam, ia bermimpi berada ditaman surga yang sangat indah. Sehingga terbesit didalam fikirannya bahwa taman surga saja sudah sangat indah sekali seperti indahnya dunia apalagi surga yang ada didalamnya. Ditaman surga, ia melihat wanita-wanita yang cantik yang berlari menuju pintu surga dengan cepat sekali. Ia pun berlari juga mengejar wanita-wanita cantik itu menuju pintu surga, tapi ia tidak mampu secepat wanita-wanita itu berlari. Dengan penuh kelelahan ia berlari untuk sampai ke pintu surga itu. Wanita-wanita cantik itu satu persatu telah masuk kepintu surga. Tapi, ia masih bergopoh berlari untuk masuk kepintu surga itu. Akhirnya sedikit demi sedikit pintu surga mulai tertutup, ia panik dan berusaha berlari lebih cepat agar dapat masuk kepintu surga. Tinggallah satu wanita cantik yang hampir sampai dipintu surga, sedangkan wanita yang masih bergopoh berlari ini tidak mampu untuk menambah kecepatan larinya, sehingga ia berteriak kepada wanita cantik itu yang hendak masuk kedalam pintu surga,’’kenapa aku amat lambat berlari kepintu surga dibandingkan kamu dan yang lain untuk masuk kepintu surga?.’’ Engkau tidak dapat berlari secepat kami untuk menuju pintu masuk surga dan bahkan engkau tak dapat masuk kedalam surga karena selama didunia engkau tak menutup auratmu.’’ Kata wanita cantik itu dan segera masuk kedalam pintu suga yang mana pintu surga akhirnya tertutup. Tinggallah wanita ini sendiri ditaman surga, yang ia tak dapat masuk kedalam surga disebabkan selama ini ia tidak menutup auratnya. Ia pun terbangun dari mimpi dan  menyadarkannya bahwa wanita yang tidak menutup aurat tidak akan dapat masuk kedalam surga karena tidak menjalankan perintah Allah. Akhirnya ia sadar dan hijrah dari yang membuka aurat menjadi menutup aurat dengan syar’i.
Cerita ini, adalah kisah yang diceritakan oleh guru SMP ku pada saat mata pelajaran agama ketika ku duduk dikelas dua SMP. Setelah mendengar cerita ini, aku terdiam dan merasa takut sekali, karena saat ini aku yang sudah baliqh belum menutup aurat dan masih mengumbar aurat. Terlintas dipikiranku,’’apakah aku tidak akan bisa masuk surga lantaran aku tidak menutup aurat?’’. Terjadilah kegoncangan batin, antara menutup aurat dan belum siap menutup aurat. Aku merasa belum siap untuk menutup aurat karena ingin memperbaiki akhlak ku dulu, memantapkan ibadah ku dulu dan lain sebagainya. Bukan hanya alasan itu saja, ada kecemasan dalam diri jika seandainya berhijab apakah orang-orang menyukaiku sedangkan diriku ini masih jail, dan semacamnya dan sholat saja masih belang-belang kambing, apakah bisa dapat pekerjaan dengan mudah karena ku beranggapan bahwa orang-orang yang berhijab itu susah dapat kerja, dan apakah,apakah,apakah lainnya. Tapi jika tidak berhijab aku tidak akan masuk surga bahkan disiksa dineraka.
Itulah alasan-alasan yang berkecamuk dipikiranku yang mana alasan-alasan yang menyuruhku untuk tidak menutup aurat lebih besar dibandingkan alasan yang pro untuk menutup aurat. Aku dibuatnya binggung dengan gejolak apalagi pastinya syetan juga membisikkan dan merayu untuk menghadang ku untuk menutup aurat. Maklum lah saat itu aku masih polos, belum banyak ngerti masalah agama sehingga fikiranku masih sempit dan belum terbuka lebar. Sehingga gejolak itu seiring waktu kulupakan dan kembali seperti sedia kala dan mengabarikan kisah itu. Karena tak ingin dibuat ribet dengan masalah yang membuat hatiku belum terbuka. Waktu pun berlalu, aku pun naik ke kelas tiga SMP, dan dapat mata pelajaran agama lagi. Pada saat mata pelajaran agama, pada hari itu pak guru ku memberikan materi tentang hijab. ‘’wah ini pasti menyinggung masalah menutup aurat lagi nih.’’ Lirihku. Didalam proses mengajar pak guru berkata,’’jika belum siap untuk menutup aurat dengan sempurna, maka niatkan saja InsyaAllah akan dimudahkan oleh Allah dan Allah pasti akan membuka pintu hati kita, karena kita hendak berbuat baik apalagi menutup aurat bagi seorang wanita adalah wajib hukumnya yang kita ketahui bahwa jika dikerjakan mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan mendapatkan dosa.’’ Aku pun tersentuh mendengar ucapan pak guru, jika menutup aurat itu hukumnya wajib berarti sama seperti shalat kedudukannya yang akan mendapatkan siksa jika tidak menjalankannya. Pada saat itu pun, aku berniat untuk menutup aurat dengan azzamku walau belum sekarang ku realiasikan. Tapi aku yakin suatu hari nanti aku akan dapat menutup auratku dan yang penting aku sudah berniat baik InsyaAllah akan dipermudahkan oleh Allah.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar